Loading

Memuat Konten
Mohon Tunggu...

MASUK / DAFTAR
SDGs Logo

MFF 2026 Tegaskan Kota Malang sebagai Barometer Fesyen dan Ekraf

Author
vinsmoke
Pemkot Malang · Juni 24, 2026 09:21
Image MFF 2026 Tegaskan Kota Malang sebagai Barometer Fesyen dan Ekraf

Klojen (malangkota.go.id) – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, resmi membuka gelaran Malang Fashion Fest (MFF) 2026 di Malang City Point (MCP) Kota Malang, Sabtu (14/2/2026). Memasuki tahun keempat penyelenggaraan, MFF kali ini mengusung tema ‘Dimension’ yang menonjolkan keberagaman dan kekuatan kolaborasi dalam industri fesyen.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat foto bersama usai penyerahan penghargaan

Dalam sambutannya, Wali Kota Malang menegaskan bahwa Malang Fashion Fest bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian dari strategi besar penguatan ekonomi kreatif di Kota Malang.

Malang Fashion Fest ini menjadi salah satu barometer ekonomi kreatif, khususnya subsektor fesyen. Kita ingin menunjukkan bahwa karya desainer dan UMKM Kota Malang sangat bisa diandalkan dan mampu bersaing,” ujarnya.

Menurutnya, penyelenggaraan MFF sejalan dengan Dasa Bakti Unggulan ‘Ngalam Laris’ yang mendorong produk-produk lokal semakin dikenal luas. Ia menyebut banyak produk fesyen dan kriya asal Kota Malang yang kini tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga nasional hingga internasional.

“Kegiatan ini menjadi wadah untuk memfasilitasi UMKM, khususnya di bidang fesyen. Kita ingin produk-produk Kota Malang semakin naik kelas dan memiliki daya saing tinggi,” harapnya optimis.

Wahyu menyebut bahwa Kota Malang kini telah disejajarkan dengan 58 kota di dunia, termasuk Paris dan Seoul, setelah ditetapkan sebagai kota kreatif dunia. Ditegaskannya bahwa predikat tersebut harus dibuktikan dengan karya dan konsistensi.

Peserta MFF 2026 tidak hanya berasal dari Kota Malang saja, tetapi juga datang dari berbagai kota lain, yang semakin mengukuhkan posisi Kota Malang sebagai barometer fesyen. “Ini membuktikan bahwa Kota Malang menjadi tujuan dan referensi. Desainer dari luar daerah datang dan berkolaborasi di sini. Artinya, Malang sudah menjadi pusat perhatian dalam pengembangan fesyen,” jelasnnya lugas.

Malang Fashion Fest ini menjadi bagian dari lima program unggulan Kota Malang yakni Program 1.000 event. Menurut Wahyu, rangkaian event tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga berdampak pada sektor lain. “Orang datang tidak hanya menikmati keindahan karya fesyen, tetapi juga menikmati kuliner, mengunjungi destinasi wisata, dan membeli produk UMKM. Inilah dampak ekonomi yang kita harapkan,” jelasnya lagi.

Pada kesempatan ini juga diserahkan penghargaan kepada para pemenang Ilustrasi Fashion Design Competition sebagai bentuk apresiasi terhadap talenta kreatif di bidang desain fesyen. “Kita ingin ekosistem kreatif di Kota Malang semakin kuat. Ajang seperti ini adalah ruang kolaborasi dan eksplorasi kreativitas untuk meningkatkan daya saing,” pungkas Wahyu. (yul/yn)

Let’s Ignite Your Great Ideas

We connect creators, digital developers, and craft enthusiasts in Malang to grow together on a global scale. Contact our curation team today.

Bagikan Artikel

Sebarkan wawasan ini ke jaringan Anda

Tautan berhasil disalin!