Sukun (malangkota.go.id) – Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin membuka Pelatihan Master of Ceremony (MC) dan Protokoler yang digelar oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang di Hotel Ascent Premier Malang, Rabu (5/11/2025).
Dalam sambutannya, Wawali Ali menyampaikan bahwa pelatihan ini memiliki peran strategis dalam membangun citra positif pemerintah sekaligus memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. “Pelatihan ini penting karena para peserta nantinya akan menjadi komunikator dalam menyampaikan informasi dan masukan kepada masyarakat. Pemkot Malang juga telah menyediakan berbagai ruang dan aplikasi yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk berinteraksi dengan pemerintah,” jelasnya.
Menurutnya, pelatihan MC dan protokoler tidak hanya berkaitan dengan keterampilan berbicara di depan umum, tetapi juga menjadi upaya standarisasi penyelenggaraan acara di masyarakat agar selaras dengan tata protokol Pemkot Malang. “Pelatihan ini penting bagi masyarakat karena dapat menunjang agenda 1.000 Event. Harapannya, setiap kegiatan masyarakat dapat terselenggara secara tertib, rapi, dan sesuai standar protokoler yang berlaku di Pemkot Malang,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Kota Malang, Muhammad Nur Widianto, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang memandang pentingnya peran MC dan protokol dalam berbagai kegiatan, baik di lingkungan pemerintahan maupun kemasyarakatan. “Pokok-pokok pikiran ini muncul sebagai bentuk aspirasi masyarakat yang menilai profesi MC dan protokol memiliki peran strategis dalam mendukung penyelenggaraan acara yang berkualitas,” bebernya.
Pria yang akrab disapa Wiwit tersebut menegaskan bahwa pelatihan ini selaras dengan predikat baru Kota Malang sebagai Kota Kreatif Dunia bidang Media Arts yang ditetapkan oleh UNESCO. “Predikat Kota Kreatif Dunia di bidang Media Arts memiliki korelasi dengan profesi MC dan protokol, karena ide kreatif di bidang media tidak akan tersampaikan tanpa komunikasi yang efektif,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kemampuan komunikasi publik perlu terus diasah agar informasi dapat disampaikan dengan baik kepada masyarakat. “Informasi yang baik harus dibangun, disosialisasikan, dan diedukasi melalui pola komunikasi yang tepat. Di sinilah peran MC dan protokol menjadi sangat penting,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman peserta mengenai fungsi dan peran MC serta protokol, sekaligus mendorong penerapan hasil pelatihan di lingkungan kerja masing-masing. “Tujuan kegiatan ini agar peserta memahami fungsi dan peran MC dan protokol, serta mampu menerapkannya secara nyata di lingkungan masing-masing,” pungkasnya.
Pelatihan ini diikuti oleh 118 peserta hasil usulan pokok-pokok pikiran DPRD Kota Malang dan menghadirkan Rulli Suprayugo, Senior Announcer RRI Pro 1 Malang sebagai narasumber. (iu/yn)
